Menyikapi Dalil Dan Hadits Shahih Wacana Puasa Rajab Serta Keutamaannya

Menyikapi Dalil Dan Hadits Shahih Tentang Puasa Rajab Serta Keutamaannya - Rajab ialah bulan ke 7 dalam perhitungan kalender hijriyah serta penanggalan yang di gunakan oleh umat islam di dunia. Sebuah insiden agung di yakini telah terjadi pada bulan ini yaitu di isra dan di mi'rajkannya baginda nabi saw yang sekali gus di turunkannya wahyu dari allah kepada ia berupa perintah shalat wajib 5 waktu dalam sehari semalam.

Bahkan rajab juga termasuk pada bulan haram yang telah di tentukan yaitu Dzulhijjah, Dzulqa'dah, Rajab dan muharram. Maksud dari kata haram di sini berartikan mulia di mana umat muslim di larang mengadakan peperangan dan lebih di anjurkan memperbanyak amalan-amalan kebaikan dan kebajikan, ke emat bulan ini telah di menetapkan dalam salah satu ayat al-qur'an.

Hukum Puasa Bulan Rajab

Ditulis oleh al-Syaukani, dalam Nailul Authar, kalau Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhammad bin Manshur al-Sam'ani yang memberikan kalau tidak ada hadits yang berpengaruh yang tunjukkan kesunnahan puasa rajab dengan cara spesial. Dijelaskan juga kalau Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, menyerupai Abu Bakar al-Tarthusi yang memberikan kalau puasa Rajab yaitu makruh, karena tak ada dalil yang kuat.

Menyikapi Dalil Dan Hadits Shahih Tentang Puasa Rajab Serta Keutamaannya Menyikapi Dalil Dan Hadits Shahih Tentang Puasa Rajab Serta Keutamaannya

Akan tetapi, sesuai sama pendapat al-Syaukani, apabila semuanya hadis yang dengan cara Istimewa tunjukkan keutamaan bln. Rajab serta disunnahkan puasa di dalamnya kurang berpengaruh jadikan landasan, jadi hadits-hadits Nabi yang menyarankan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bln. haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram serta Rajab itu cukup jadi hujah atau landasan. Selain itu, karena juga tak ada dalil yang berpengaruh yang memakruhkan puasa di bln. Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda " Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia). " (Kisah Abu Dawud, Ibnu Majah, serta Ahmad). Hadis yang lain yaitu cerita al-Nasa'i serta Abu Dawud (serta disahihkan oleh Ibnu Huzaimah) : " Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tidak lihat Rasul lakukan puasa (sunnah) sejumlah yang Rasul kerjakan dalam bln. Sya'ban. Rasul menjawab : 'Bulan Sya'ban yaitu bln. pada Rajab serta bulan pahala yang dilupakan oleh umumnya orang. ' "

Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, " Bln. Sya'ban yaitu bln. pada Rajab serta bulan pahala yang dilupakan umumnya orang " itu dengan cara implisit tunjukkan kalau bln. Rajab juga disunnahkan lakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bln. haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan juga berpuasa didalam bulan-bulan mulia ini dimaksud Rasulullah sebagai puasa yang paling penting setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah bulan pahala yaitu puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, serta Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyebutkan kalau kesunnahan berpuasa jadi lebih berpengaruh bila dikerjakan pada hari-hari paling utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari paling utama ini bisa diketemukan pada setiap th., setiap bln. serta setiap minggu. Berkaitan siklus bulanan ini Al-Ghazali menyebutkan kalau Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram serta sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, serta muharram.

Dijelaskan dalam Kifayah al-Akhyar, kalau bln. yang paling penting untuk berpuasa setelah bulan pahala yaitu bulan- bln. haram yakni dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab serta muharram. Diantara ke empat bln. itu yang paling penting untuk puasa yaitu bln. al-muharram, kemudian Sya’ban. Tetapi berdasarkan Syaikh Al-Rayani, bln. puasa yang paling utama setelah al-Muharram yaitu Rajab.

Berkaitan aturan puasa serta beribadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyebutkan “Memang benar tak satupun diketemukan hadits shahih ihwal puasa Rajab, tetapi sudah terang serta shahih cerita kalau Rasul saw suka pada puasa serta perbanyak beribadah di bln. haram, serta Rajab yaitu satu diantara bln. haram, jadi sepanjang tidak ada larangan Istimewa puasa serta beribadah di bln. Rajab, jadi tidak ada satu kemampuan untuk melarang puasa Rajab serta beribadah yang lain di bln. Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Dalil Hadits Keutamaan Rajab

Tersebut sebagian hadis yang menjelaskan keutamaan serta kekhususan puasa bln. Rajab :
Diriwayatkan kalau kalau Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam masuk bln. Rajab ia berdo’a : “Ya, Allah berkahilah kami di bln. Rajab (ini) serta (juga) Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bln. Ramadhan. ” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

" Siapa saja berpuasa pada bln. Rajab satu hari, jadi laksana ia puasa sepanjang satu bulan, apabila puasa 7 hari jadi ditutuplah untuk dia 7 pintu neraka Jahim, apabila puasa 8 hari jadi dibukakan untuk dia 8 pintu surga, apabila puasa 10 hari jadi digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan. "

Kisah al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid : “Barangsiapa berpuasa satu hari di bln. Rajab, jadi ia laksana berpuasa satu tahun, apabila puasa 7 hari jadi ditutuplah untuk dia pintu-pintu neraka jahanam, apabila puasa 8 hari dibukakan untuk dia 8 pintu surga, apabila puasa 10 hari, Allah bakal mengabulkan semuanya permintaannya..... "

" Sebenarnya di nirwana ada sungai yang diberi nama Rajab, airnya lebih putih dari pada susu serta rasa-rasanya lebih anggun dari madu. Barangsiapa puasa satu hari pada bln. Rajab, jadi ia bakal dikaruniai minum dari sungai itu ".

Kisah (dengan cara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda : " Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, serta bulan pahala bulannya umatku. "
Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya lihat satu sungai yang airnya lebih anggun dari madu, lebih sejuk dari air kerikil serta lebih harum dari wangi-wangian, lantas saya olok-olokan pertanyaan pada Jibril a. s. : “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini? ”Maka berkata Jibrilb a. s. : “Ya Muhammad sungai ini yaitu untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bln. Rajab ini”.

Mengamalkan Hadis Daif Rajab

Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi kalau hadis-hadis mengenai keutamaan serta kekhususan puasa Rajab itu terkategori dha'if (lemah atau kurang kuat).

Tetapi dalam kebiasaan Ahlussunnah wal Jama’ah menyerupai umum diamalkan beberapa ulama generasi salaf yang saleh sudah oke mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal paling utama).
Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah memberikan :
“Adapun hadis dha’if yg tidak maudhu’ (palsu), jadi beberapa ulama sudah memperbolehkan memudahkan dalam sanad serta periwayatannya tanpa ada pertanda kedha’ifannya, kalau hadis itu tak terkait dengan aturan serta akidah, walau demikian terkait dengan targhib (motivasi beribadah) serta tarhib (peringatan) menyerupai saran, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal serta lain- lain. ”

Menyikapi dari pembahasan di atas, maka bisa di simpulkan bahwa dalil atau hadits puasa rajab tersebut di ambil dari hadits yang pertanda bahwa baginda sebaik-baiknya puasa selain ramadhan ialah puasa di bulan haram, serta tidak ada satupun hadist shahih yang melarang puasa rajab ini.

itulah pembahasan yang berkaitan dengan menyikapi dalil dan hadits shahih ihwal puasa rajab serta keutamaannya, mudah-mudahan menjadi suatu pencerahan yang baik untuk senantiasa menyambut bulan rajab ini dengan amalan-amalan baik yang di sertai keikhlasan lahir dan bathin, mudah-mudahan beranfaat.
Buat lebih berguna, kongsi:
close